maka akan ku jawab, “bagiku sama saja engkau menanyakan keyakinanku tentang kematian”
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh.
Lalu apa yang aku khawatirkan ?
Dan kenapa aku harus mengejar ?
Tidak, aku tak sudi.
Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia,
“Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang engkau sendiri tak yakin kehakikiannya”
Pahamkah maksudku ?
Ku tanya padamu, pernahkah engkau jatuh cinta ?
Ku akui, akupun juga….
Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.
Rasa yang entah akan berlabuh di mana ?
Lalu pikirkan, jika dia yang engkau cinta, yang mengganggu tidurmu, yang pernah membuatmu menangis, ternyata bukan atau mungkin tidak akan pernah menjadi pendamping hidupmu, atau bukan engkau yang dia pilih.
Tadak malukah engkau ?
Lalu, apa masih mampu engkau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain ?
Kita saling mengingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya….
Sekuat apapun usaha kita, jika tidak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tidak akan pernah terjadi….
Lalu, buat apa kita mubazirkan waktu ?
Untuk apa kita kuras energi ?
Mengapa kita habiskan airmata ?….
untuk orang yang belum tentu menjadi pasangan hidup kita ?
Untuk apa ?....
Dan ku katakan padamu hai perhiasan dunia….
Mungkin engkau yang akan memilihku belum kucinta saat itu.
Tapi ketahuilah, karena engkau memilihku, engkau ku cinta…
Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses ?
Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan engkau pun akan mencintaiku….
Ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan.
www.arlinemil.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar